YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Saturday, May 30, 2015

FENOMENA STRESS PADA WANITA ( KESEHATAN MENTAL )

Fenomena Stres Pada Wanita


Sumber 


Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan tertekan atau mengalami ketegangan yang dalam bahasa populernya dikenal dengan istilah stres. Dalam ilmu psikologi, stres merupakan tekanan atau tuntutan pada organisme untuk beradaptasi atau menyelaraskan diri dengan lingkungan sehingga memiliki efek fisik dan psikis serta dapat membuat perasaan positif atau negatif. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia, maksudnya manusia tidak akan pernah luput dari pengalaman merasakan ketegangan dalam hidupnya. Hal ini dapat dialami oleh wanita maupun pria. Tetapi, wanita lebih cepat stres dan berubah mood (suasana hati) daripada pria. Perempuan memang memiliki tingkat depresi, gangguan stress dan masalah kecemasan yang lebih tinggi dari pada laki-laki.

Menurut Georgia Witkin dalam bukunya The Female Stress Syndrome (1991), wanita memiliki penyebab stres yang unik, Witkin telah meneliti dalam waktu yang panjang. Menurutnya stres pada wanita sifatnya berbeda dengan ungkapan stres pada pria. Stres pada wanita sifatnya lebih lama dibandingkan pria dan stres itu sendiri diluar kendali mereka. Kedua faktor inilah menyebabkan stres berbahaya untuk kesehatan fisik dan psikologis. 

Stres harus dijauhkan dari kehidupan, untuk dapat menghindarinya maka setiap individu harus mampu mengenali penyebabnya. Beberapa penyebab stres yaitu:

  • Perasaan cemas mengenai hasil yang akan dicapai. 
Perasaan cemas mengenai hasil yang dicapai akan menimbulkan stres. Sebagai contoh, jika seorang dosen terlalu banyak beban pekerjaan di kantor dan pekerjaan itu harus selesai dalam waktu yang bersamaan, kondisi seperti itu jelas akan menimbulkan stres. Oleh karena dosen juga manusia yang penuh dengan berbagai keterbatasan, maka diperlukan seorang pemimpin yang bijak dalam pembagian tugas kepada bawahannya agar tidak banyak menimbulkan stress. 

  • Aktivitas yang tidak seimbang. 
Aktifitas yang tidak seimbang dapat sebagai pemicu munculnya stres, terutama aktifitas yang berlebihan, sehingga individu tidak memiliki waktu yang cukup untuk merecovery dirinya. Selain itu, kedekatan dengan keluarga atau orang yang dicintai akan berkurang akibat dari padatnya kegiatan yang dilakukan. Berbagi cerita (sharing) dengan orang-orang yang dicintai atau dengan keluarga merupakan sarana untuk berkeluh kesah yang dapat mengurangi beban kepenatan psikologis. Untuk itu, perlu jalinan hubungan komunikasi yang harmonis dalam rumah tangga agar terhindar dari potensi terserang oleh stres. 

  • Tekanan dari diri sendiri. 
Tekanan dari diri sendiri dapat menimbulkan stres, terutama bagi individu yang selalu ingin tampil sempurna (perfectionist). Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya akan mendorong individu itu untuk menyempurnakannya, sementara pekerjaan yang diembannya cukup banyak sehingga menyita waktu yang banyak pula. Oleh karena itu, tipe orang yang perfectionist memiliki potensi yang lebih besar untuk mudah terserang stress dalam hidupnya. 

  • Berada pada suatu kondisi ketidakpastian. 
Kondisi ketidakpastian juga akan menimbulkan stres, sebab ketidakpastian membuat individu menjadi tidak menentu. Sebagai contoh, seorang pria yang mendekati seorang gadis, di mana masih dalam taraf penjajakan dan belum ada tanda lampu hijau, maka si pria tersebut pada dasarnya sedang dalam kondisi stress yang disebabkan oleh perasaannya apakah berhasil atau gagal pendekatan yang dilakukan. Kondisi seperti itu akan menimbulkan stres meskipun dalam taraf yang masih ringan. 

  • Perasaan bersalah terhadap sesuatu. 
Individu yang selalu merasa bersalah dapat mengakibatkan muncul stress karena apa saja yang dikerjakan tidak pernah benar. 

  • Jiwa yang dahaga secara emosional. 
Jiwa yang dahaga secara spiritual juga dapat menyebabkan stres. Individu yang tidak mengenal dan tidak dekat dengan Tuhan pendiriannya labil dan mudah goyah. Individu yang menyalahkan Tuhan merupakan indikasi dari tidak dekatnya kepada Tuhan. 

  • Kondisi sosial ekonomi. 
Kondisi sosial ekonomi juga dapat menimbulkan stres. Orang mengalami stres akibat kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Apalagi sebelumnya individu tersebut pernah memiliki status sosial ekonomi yang mapan, tetapi tiba-tiba terkena PHK akibatnya potensi munculnya stres akan lebih dominan. Oleh karena itu, rejeki, nasib, dan jodoh sudah di atur oleh Tuhan, manusia seharusnya tidak melampaui wewenang Tuhan. Manusia yang demikian itu adalah manusia yang arogan dan yang dapat memicu munculnya stres. Sifat sabar, tawakal dan menerima apa adanya dapat membantu mengurangi terjadinya stres.

Gejala-gejala stres


Stres pada dasarnya bisa memberikan pelajaran yang positif jika dikelola dengan baik, sehingga Anda bisa menjadi tambah waspada terhadap segala sesuatu. Namun sebaliknya, bila tidak bisa mengelolanya stres akan menjadi berkepanjangan yang justru berdampak buruk menjadi sesuatu negatif bagi kesehatan wanita. Stres bisa menjadi pemicu segala penyakit yang mengganggu kesehatan wanita.

Stres berkepanjangan mengakibatkan menjadi pelupa atau pikun merupakan hasil dari penelitian yang dimuat dalam Jurnal Progress in Neuro-Psychopharmacology and Biological Psychiatry pada tahun 2010 yang menyebutkan, bahwa dampak buruk dari stres yang bersifat kronis ialah menurunkan salah satu fungsi daya ingat, yaitu ingatan spasial. Ingatan spasial adalah ingatan yang dapat mengingatkan lokasi dan menghubungkan fungsi benda-benda yang ada di sekitar. Selain itu, terdapat hubungan antara hormon yang menyebabkan stres (kortisol) dengan kemampuan daya ingat manusia dan khususnya daya ingat jangka pendek. Hormone kortisol, seperti disebutkan dalam Journal of Neuroscience, merupakan hormon yang dapat menghubungkan syaraf-syaraf sinaps, sehingga membantu dalam menyimpan dan mengingat informasi yang ada.

Pada umumnya, individu yang mengalami ketegangan akan mengalami kesulitan dalam memanajemen kehidupannya, sebab stres akan memunculkan kecemasan (anxiety) dan sistem syaraf menjadi kurang terkendali. Pusat syaraf otak akan mengaktifkan saraf simpatis, sehingga mendorong sekresi hormon adrenalin dan kortisol yang akhirnya akan memobilisir hormon-hormon lainnya. Individu yang berada dalam kondisi stres, kondisi fisiologisnya akan mendorong pelepasan gula dari hati dan pemecahan lemak tubuh, dan bertambahnya kandungan lemak dalam darah (Waitz, Stromme, Railo, 1983:2). Kondisi tersebut akan mengakibatkan tekanan darah meningkat dan darah lebih banyak dialihkan dari sistem pencernaan ke dalam otot-otot, sehingga produksi asam lambung meningkat dan perut terasa kembung serta mual. Oleh karena itu, stres yang berkepanjangan akan berdampak pada depresi yang selanjutnya juga berdampak pada fungsi fisiologis manusia, di antaranya gagal ginjal dan stroke. Pada dasarnya, penyakit disfungsi secara fisiologis itu diakibatkan oleh terganggunya kondisi psikologis seseorang. Sebagai contoh, perilaku agresif dan defensif individu dapat disebabkan oleh akumulasi stress yang tidak mampu dikenali dan dieliminir oleh individu. Selain itu, kondisi sosial ekonomi individu yang serba kekurangan dan lingkungan hidup (seperti di desa dan di kota besar) juga berpotensi melahirkan stres. Hal itulah salah satu faktor yang memunculkan berbagai kejahatan di kota-kota besar. Sebagai dampak dari kondisi masyarakat atau individu yang stres mudah memunculkan bentuk perilaku agresif karena berbagai faktor kesenjangan kondisi dan status masyarakat yang mencolok. Pada sisi lain, perilaku generasi muda di kota kota besar yang mengarungi hidup dengan mengkonsumsi miras dan narkoba merupakan bentuk defensif dari kondisi stres yang menimpa dirinya. Secara garis besar dampak stres dapat menimpa pada kondisi fisik dan kondisi psikologis individu. 


Contoh kasus:

Karena Stress, Ibu Gantung Diri


Seorang ibu rumah tangga di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, nekad gatung diri di pintu kamar rumahnya. Wanita ini diduga mengalami tekanan mental yang berat, sehingga nekad mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya.

Tubuh Rusniati, ibu rumah tangga yang tinggal di Komplek Perumahan Mantuyo Permata, Banjarmasin, pertama kali ditemukan pukul 12.00 WIB, oleh salah seorang anaknya tergantung dengan seutas tali di pintu kamar rumahnya.

Rusniati diduga nekad mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya karena mengalami stress dan tekanan batin. Menurut penuturan salah seorang kerabatnya, Rusmiati sempat menulis sepucuk surat yang ditujukan kepada keempat anaknya.

Dalam suratnya, ibu berusia 49 tahun ini, meminta agar keempat anaknya selalu hidup rukun dan damai. Eka Sugianto, salah seorang anak korban mengaku terpukul melihat ibunya harus mengakhiri hidup dengan cara yang sangat tragis. Sedangkan suami Rusmiati pada saat kejadian, tidak berada di rumah dan sedang bekerja disalah satu perusahaan tambang batu bara.

Sumber


Analisis:

Stres berhubungan dengan dengan situasi lingkungan yang dipersepsikan sebagai suatu tekanan yang melampaui kemampuan dan keadaan diri seseorang untuk mengatasinya. Stres dapat dialami oleh siapa saja, bahkan bayi yang ada didalam kandungan-pun dapat mengalami stres. Seperti yang terjadi pada kasus diatas. Seorang ibu tewas bunuh diri karena stres. Jika ditinjau lebih mendalam diduga banyak faktor yang menjadi penyebab "R" melakukan aksi bunuh diri. Salah satu yang disebutkan pada kasus diatas yaitu pelaku mengalami tekanan bathin. Penyebab munculnya tekanan bathin dikarenakan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan individu, namun keinginan itu tidak tercapai. Individu tersebut tidak dapat melepaskan keinginannya tadi, yang akhirnya menimbulkan pertentangan yang hebat di dalam bathin. Akibatnya batin menjadi gelisah, kalut, marah, gusar, dan sebagainya.

Salah satu pemicunya adalah adanya hubungan yang kurang harmonis dalam keluarga. Dilihat dari sepucuk surat yang ditinggalkan, pelaku memberi pesan kepada keempat anaknya untuk hidup damai dan rukun. Ini menyiratkan bahwa terdapat ketidakharmonisan hubungan dalam keluarga. Ada banyak faktor yang menyebabkan suatu hubungan menjadi tidak harmonis.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari kasus diatas. Dimana kita harus bisa melakukan manajemen stres yang tepat agar dapat menghindari tindakan konyol sampai mengakhiri hidup dengan gantung diri. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stres yang jika dibiarkan akan membahayakan diri sendiri. Hal yang paling mudah dilakukan yaitu dengan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan positive thinking.


Sumber:


Referensi 1, diakses pada 22 Mei 2015

Referensi 2, diakses pada 22 Mei 2005

Referensi 3, diakses pada 22 Mei 2015


Sukadiyanto. 2010. "Stress dan Cara menguranginya". Cakrawala Pendidikan. Th XXIX, Nomor 1, http://eprints.uny.ac.id/3706/1/06Sukadiyanto.pdf

Ispriyanti, Nova Dwi. 2012. "Analisis Tingkat Stress Wanita Karir Dalam Peran Gandanya Dengan Regresi Logistik Ordinal". Media Statistika. Volume 5, Nomor 1, Juni 2012 : 37-47.

Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 2. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Basuki, A.M Heru. 2008. Psikologi Umum ; Seri Diktat Kuliah. Universitas Gunadarma.

Papalia, Diane E. Experience Human Development ; Twelfth Edition. Mc Graw Hill

Monday, March 30, 2015

Sejarah Kesehatan Mental, Konsep Sehat, Serta Perbedaan Kesehatan Mental

SEJARAH KESEHATAN MENTAL

Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi. Sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.

Khusus untuk masyarakat I ndonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental. Oleh sebab itu, berikut dipaparkan sejarah mengenai perkembangan kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa, dan semoga paparan ini menjadi referensi berbagai pandangan mengenai kesehatan mental yang saat ini ada di Indonesia.

A.GANGGUAN MENTAL TIDAK DIANGGAP SEBAGAI SAKIT

v (Tahun 1600 dan sebelumnya)

Dukun asli Amerika (Indian), sering juga disebut sebagai “penyembuh” (healer,shaman)orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan mejalani ritual penebusan dan penyucian.

Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena dimasuki oleh roh-roh yang ada di sekitar. Mereka dianggap melakukan kesalahan kepada roh-roh atau menjadi medium dari roh-roh untuk menyatakan keinginannya. Oleh karena itu, mereka sering kali tidak dianggap sakit, sehingga mereka tidak disingkirkan dan dibuang seta masih mendapatkan tempat dalam masyarakat.


v Tahun 1692

Mendapatkan pengaruh para imigran dari Eropa yang beragama Nasrani, di Amerika orang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena sihir/guna-guna atau dirasuki setan. Ini merupakan penjelasan yang diterima secara umum sehingga masyarakat takut dan membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir. Bahkan pengadilan pernah memvonis 19 orang untuk digantung karena dianggap memiliki sihir. Padahal mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir kemungkinan besar mengalami gangguan mental sehingga hidup mereka tampak aneh dan berbeda bagi kebanyakan orang.


Sejarah kesehatan mental di Eropa, khususnya Inggris, agak sedikit berbeda, sebelum abad ke-17, orang gila disamakan dengan penjahat/kriminal, sehingga mereka dimasukkan ke dalam penjara.


John Locke (1690) dalam tulisannya yan berjudul An Essay Concerning Understanding, menyatakan bahwa terdapat derajad kegilaan dalam diri setiap orang yang disebabkan oleh emosi yang memaksa orang untuk memunculkan ide-ide salah dan tidak masuk akal secara terus-menerus. Kegilaan adalah ketidakmampuan akal untuk mengeluarkan gagasan yang berhubungan dengan pengalaman secara tpat. Pandangan John Locke ini bertahan di Eropa.

Konsep Sehat itu adalah sebuah keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima berdasarkan kriteria tertentu, sesuai jenis kelamin dan komunitas masyarakat. Itu adalah pengertian sehat yang saya mengerti pada awalnya. Dan setelah sekian lama Sehat Kita Semua tidak memposting makan pada kali kesempatan ini setelah vakum cukup lama akan memberikan hal sedikit tentang beberapa hal yangb berhubungan dengan konsep dan pengertian sehat ini.

Hidup sehat dan dalam kesehatan akan sangat membantu kita dalam melakukan berbagai macam aktifitas kehidupan serta rutinitas yang bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bila dalam keadaan sekitar ataupun kurang sehat maka hal ini akan mempengaruhi akan produktivitas.

Ilmu kesehatan mental yang pertama-tama bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental merupakan gabungan dari banyak bidang disiplin. Lingkupnya melampaui rumah kita, meliputi sekolah, lembaga agama, rumah sakit, dan lembaga-lembaga lain yang membantu mengembangkan reaksi-reaksi emosi yang stabil dan pola-pola tingkah laku yang diinginkan pada individu-individu dari segala usia. Di antara banyak bidang studi atau disiplin yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan mental adalah genetika, sosiologi, antropologi, psikiatri dan neurologi, psikologi, psikoanalisis, ilmu kedokteran psikosomatik (suatu cabang baru dari dari ilmu kedokteran), dan klinik psikiatri. Di bawah ini akan diuraikan sedikit disiplin-disiplin tersebut dalam hubungannya dengan kesehatan mental.



Psikologi
semua biding psikologi turut memberi sumbangan bagi usaha jinni kesehatan mental. Psiladogi anak yang menyelidiki anak dart masa pranatal sampai masa remaja memperkenalkan kondisi-kondisi yang berbeda dalam perkemban2an emosi dan mental anak kepada para ahli ilmu kesehatan mental. Psikologi ahnorma/ yang menangani penyimpangan-penyimpangan dalam tingkah laku manusia membantu memberikan wawasan kepada ahli ilmu kesehatan mental mengenai fakta tentang penyebab-penyebab dari gangguan kepribadian. Demikian juga psikologi pendidikan dapat memberikan pemahaman kepada para mahasiswa ilmu kesehatan mental mengenai pengaruh pengalaman-pengalaman sekolah terhadap kesehatan mental. Karena menerapkan prinsip-prinsip ilmu kesehatan mental merupakan suatu segi dalam cara belajar, maka pengetahuan efektif tentang proses belajar merupakan sumbangan yang sangat penting dari psikologi pendidikan bagi ilmu kesehatan mental dalam mencari usaha-usaha yang efektif untuk mencegah penyakit mental dan membina kesehatan mental.

Psikologi klinis yang merupakan salah satu bentuk psikologi terapan berusaha menentukan kemampuan-kemampuan dan ciri-ciri khas seorang individu dengan menggunakan bermacam-macam metode pengukuran, analisis, dan observasi. Kemudian, dan hasil-hasil yang dikumpulkan dengan data yang diperoleh dari pemeriksaan fisik dan sejarah sosial dari kasus, saran-saran dapat diberikan bagi penyesuaian diri yang tepat dan individu yang bersangkutan.

Psikolog klinis adalah seorang spesialis yang mendapat pendidikan di Perguruan Tinggi dan memenuhi syarat untuk menguji dan menggunakan cara-cara psikoterapeutik bagi orang-orang yang memperlihatkan penyimpangan kepribadian juga terlatih dengan baik dalam menggunakan dan menginterpretasikan instrumen-instrumen tes psikologi: tes intelijensi dan tes bakat, tes kepribadian, teknik proyeksi (projective techniques), dan tes-tes psikologi lain. Psikolog klinis yang juga dikenal sebagai konselor psikologi melakukan sebagian besar tugasnya dalam klinik psikiatri dan ia memberikan sumbangan yang besar bagi keberhasilan dari setiap program ilmu kesehatan mental.

Psikoanalisis
Ini adalah konsep dari Freud yang memperlihatkan peran dari dorongan-dorongan tak radar dan konflik-konflik batin manusia dalam menyebabkan bermacam-macam gangguan kepribadian. Penjelasan-penjelasan tentang kepribadian yang diutarakan oleh psikoanalisis mengemukakan bahwa kehidupan mental seorang individu khususnya cara-cara kerja dari alam tak sadar menjelaskan banyak segi tingkah lakunya. Dan apa yang dibuat seseorang terhadap dirinya dari masa bayi sampai masa dewasa sebagian besar tergantung pada kemampuannya untuk mengendalikan energi-energi psikis yang dimilikinya. Karya dari kelompok psikoanalis ini merubah secara besar-besaran perawatan terhadap orang-orang yang menderita konflik-konllik batin yang berlangsung lama dan kecemasan-kecemasan kronis yang berlebih-lebihan.

Saturday, January 10, 2015

2PA04-Tugas IV-Kelompok 1-Tes Psikologi Online

F     Fenomena Tes Psikologi Online
Tes Psikologi atau lebih dikenal sebagai Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa.  Menurut Anastasi dan Urbina (1998:3) tes psikologis pada dasarnya adalah alat ukur yang obyektif dan dibakukan (distandarisasikan) atas sampel perilaku tertentu. Standarisasi mengimplikasikan keseragaman cara dalam penyelenggaraan dan penskoran tes. Dalam rangka menjamin keseragaman kondisi-kondisi testing, penyusun tes menyediakan petunjuk-petunjuk yang rinci bagi penyelenggaraan setiap tes yang baru dikembangkan. Tujuan dari dilakukannya Tes Psikologi digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologis.
Adapun aplikasi Tes Psikologi dapat dilakukan pada bermacam setting termasuk rekrutmen dalam perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak / siswa, tujuan klinis, perkembangan anak, atau kustomisasi design dan modul dalam pelatihan / training
1.      Keperluan Industri
Diaplikasikan dalam perekrutan karyawan, eskalasi dan mutasi karyawan, atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Apapun jenis usaha anda, pemeriksaan psikologis dapat dilakukan secara kelompok (klasikal) atau individual.
2.      Keperluan Pendidikan
Jasa pemeriksaan psikologis juga meliputi Pengukuran, Bimbingan konseling, dan Pelatihan untuk pendidikan. Dari mulai Playgroup, TK, SD, SMP, dan SMU. Arah pemeriksaan dapat ditujukan untuk mengukur intelegensi (IQ), arah minat dan bakat, keajegan belajar, konsentrasi, kematangan emosional, interaksi sosial, kepercayaan diri, dan lain sebagainya.
3.      Keperluan Management Training

Tes psikologi juga dapat dilakukan untuk memetakan kebutuhan secara organisasi atau individu dalam pelatihan manajemen. Biasanya diaplikasikan kedalam bentuk Outbound Management Training atau In Class Training. Sifat pelatihan ini terukur, karena menyertakan psikotes dalam pre-test dan post-test. Tujuan pelatihan ini bersifat team building dan organisasi untuk peningkatan skill leadership, communication skills, planning, change management, delegation, teamwork, dan motivation, atau apa saja sesuai kebutuhan.

Kelebihan pelatihan ini, seluruh aspek perilaku dan kebutuhan akan diungkap melalui psikotes, dan modul design akan diterapkan sesuai dengan kebutuhan yang muncul dari hasil psikotes tersebut. 

Di jaman sekarang ini sudah banyak link – link yang menyediakan tes psikologi secara online dan mendapatkan hasil kurang dari 2 menit. Tetapi tidak sedikit masyarakat yang mencoba tes ini walaupun hasil yang didapat belum tentu akurat. Yang terkadang menjadi acuan dalam menjalani hidup walaupun sudah mengetahui bahwa hasil yang didapat kurang akurat. Menurut analisis saya, sebagian orang mungkin hanya coba – coba menjalani tes psikologi online ini dan sebagian lain mungkin menjalani tes ini karena tes psikologi (psikotes) lebih membutuhkan biaya dibanding tes psikologi online ini.
      Dampak Positif
1.      Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
2.     Dapat melakukan wawancara melalui video call, jika interviewer (orang yang diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap muka/bertemu secara langsung.
3.   Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.
4.      Dapat menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.
5.      Dapat dilakukan pertukaran database pelamar dengan perusahaan lain
6.      Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan internet
7.      Bisa mencoba-coba beberapa kali tes.
8.   Dapat menghemat waktu, krena hasil tesnya langsung bisa kita ketahui.


      Dampak Negatif
1.      Kerahasiaan alat tes semakin terancam
2.      Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
3.  Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai dengan apa yang sudah di programkan tanpa melihat aspek-aspek seperti observasi, wawancara, dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid.


Sumber:
https://ajengjiwapangestu.wordpress.com/2012/12/04/dampak-positif-dan-negatif-tes-psikologi-online/




NO
NAMA
NPM
TUGAS
1
Alvien Mahira Gumay
10513731
Mencari materi tentang dampak positif tes psikologi online
2
Fiha Farhana Fadlan
13513447
Mencari materi tentang fenomena tes psikologi online
3
Nisa Qotrunnada
16513467
Mencari materi tentang dampak negatif tes psikologi online
4
Rahman Hadid
17513174
Mencari materi tentang dampak negatif tes psikologi online
5
Gina Nurul Huda
13513736
Mencari materi tentang fenomena tes psikoogi online
6
Sarah Putri Melinda
18513268

Mencari materi tentang dampak positif tes psikologi online

Saturday, November 29, 2014

Kelompok Kerja dan Brainstorming Elektronik


Brainstorming adalah aktivitas dimana sebuah kelompok mencoba untuk menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu, dengan cara mengumpulkan daftar ide yang di dapat secara spontan oleh para anggota kelompoknya. Brainstorming ditemukan dan di kembangkan oleh Alex Osborn Faickney pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi
Model-model dari brainstorming ada beberapa macam, antara lain:
  1. Verbal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam sebuah pertemuan langsung.
  2. Nominal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan cara chatting.
  3. Electronic Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat seperti group support system. 


Dalam elektronik brainstorming, biasanya didukung oleh sistem rapat elektronik atau EMS. Akan tetapi dapat juga dilakukan secara lebih sederhana yaitu dengan cara berkirim email, menggunakan browser berbasis, atau peer-to-peer software. 
Dengan sistem rapat elektronik dapat anggota kelompok dapat bertukar ide dengan menggunakan fasilitas internet, dengan begitu juga akan terlihat bagaimana kontribusi dari masing-masing anggota kelompok. Dan juga dalam cara ini dapat ditemukan ide-ide kreatif yang jarang mendapat kesanaan antar anggotanya, sehingga dapat menghasilkan solusi pemecahan masalah secara kreatif dan terkategorisasikan, penghapusan duplikat ataun pengahpusan informasi yang sama, dapat menghasilkan pemikiran yang tidak seperti biasanya atau tidak standar, dan proses diskusi antar anggota kelompoknya.
Jadi dalam kerja kelompok dengan menggunakan cara brainstorming terlebih dalam brainstorming model elektronik akan lebih efektif. karena dengan menggunakan cara ini, anggota kelompok akan lebih mudah mendapatkan materi dalam internet dan membaginya kepada anggota yang lain.
sumber: 
  
NO
NAMA
NPM
TUGAS
1
Alvien Mahira Gumay
10513731
Mencari materi tentang pengertian Brainstorming
2
Fiha Farhana Fadlan
13513447
Mencari materi tentang pengertian Brainstorming
3
Nisa Qotrunnada
16513467
Mencari materi tentang Brainstorming Elektronik
4
Rahman Hadid
17513174
Mencari materi tentang model Brainstorming
5
Gina Nurul Huda
13513736
Mencari materi tentang model Brainstorming
6
Sarah Putri Melinda
18513268
Menarik Kesimpulan

Thursday, October 30, 2014

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL


Internet Addiction

Adiksi internet adalah keadaan dimana terjadinya ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol penggunaan internet yang pada akhirnya dapat menyebabkan keadaan stress maupun gangguan pada fungsi individu tersebut.
Jenis-jenis adiksi internet antara lain:
a. Cybersexual Addiction, yaitu individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribuso gambar-gabar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction, yaotu individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu terlibat dalam hubungan pertemanan online.
c. Net Compulsions, contohnya adalah perjudian online, belanja online, dan perdagangan online. 
d. Information Overload, mengacu pada web durfing yang bersifat kompulsif.
e. Computer Addiction,  contohnya adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.

Faktor etiologi atau penyebab terjadinya Addiction
     a. Cognitive-behavioral Model

Cognitive-behavioral Model adalah emosional, fisiologis, dan perilaku respon individu sebagai dimensi oleh persepsi dari individu tersebut tentang pengalaman. Pengalaman tersebut adalah pengalaman yang dipengaruhi oleh suatu keyakinan dari individu dengan cara karakteristik mereka berinteraksi dengan dunia dan pengalaman dari individu itu sendiri.
     b. Neuropsychological Model

Neuropsychological Model adalah salah satu cabang dari psikologi terutama psikologi klinis yang mempelajari tentang struktur dan fungsi otak karena mereka terkait secara spesifik dengan psikologis dan tingkah laku manusia. Neuropsychology adalah ilmu yang mempelajari pengaruh kerusakan otak pada pasien manusia. 

     c. Compensation Theory 

Compensation atau kompensasi adalah strategi dimana satu menutup, sadar atau tidak sadar, kelemaan, frustasi, keinginan, atau perasan tidak mampu atau ketidakmampuan dalam satu bidang kehidupan melalui grafikasi.
Kompensasti terdapat dua jenis, yaitu kompensasi positif dan kompensasi negatif. Kompensasi positif adalah kompensasi yang dapat membantu seseorang untuk megatai kesuliatan seseorang, sedangkan kompensasi negatif dapat dibagi lagi menjadi dua jenis, antara lain:
        1. Overcompensation, ditandai dengan gol keunggulan, menyebabkan berjuang untuk
             keuasaan, dominasi, harga diri, dan self-devaluasi.
        2. Undercompensation, mencakup permintaan untuk bantuan, sehingga menyebabkan
             kurang keberanian dan wasa takut untuk hidup.

Jenis-jenis Adiksi

    a. Adiksi Internet
    b. Adiksi Napza
    c. Adiksi Berjudi
    d. Adiksi Video Game
    e. Adiksi Berbelanja

NO
NAMA
NPM
TUGAS
1
Alvien Mahira Gumay
10513731
Mencari materi tentang pengertian adiksi internet
2
Fiha Farhana Fadlan
13513447
Mencari materi tentang jenis-jenis adiksi
3
Nisa Qotrunnada
16513467
Mencari materi tentang jenis-jenis adiksi pada adiksi internet
4
Rahman Hadid
17513174
Mencari materi tentang Cognitive-behavioral model
5
Gina Nurul Huda
13513736
Mencari materi tentang Neuropsychological Model
6
Sarah Putri Melinda
18513268
Mencari materi tentang Compensation theory

Referensi:

http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_719427095471.pdf
http://winarizkautami.wordpress.com/2013/11/17/jenis-jenis-adiksi/
http://ururureaoka.blogspot.com/2011/06/internet-addiction-kecanduan-internet.html
https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=k&id=172348
http://ururureaoka.blogspot.com/2011/06/internet-addiction-kecanduan-internet.html